Yea This Is Lange Beach

Weekend lagi, waktunya jalan-jalan lagi. Memang weekend adalah waktu yang tepat untuk bertualang menjelajah kemanapun, yang penting tidak menghayal dan online  menghabiskan waktu dirumah saja haha 😀

***

Saat itu, pantai Lange menjadi hot topic di warung kopi yang menjadi base camp tempat kami biasa ngumpul. Sebelumnya pantai ini emang sangat banyak dibicarakan orang, tetapi tidak banyak yang tau bagaimana akses jalan menuju pantai ini. Tetapi kalau di lihat dari peta, pantai ini sangat gampang di akses jika mengguna boat. Seperti pantai-pantai tersembunyi Aceh lainnya, pantai ini berada dibalik bukit dan hutan.

Nahh selama di warung kopi, kami hanya menghabiskan waktu membahas pantai Lange ini. Mulai dari jam berapa kumpul dan meeting poin sampai dengan bagaimana caranya agar diberikan izin ke pantai ini. FYI memang ada beberapa pantai di Aceh apalagi yang tersembunyi seperti ini, jika kita ingin menuju kesana, harus meminta izin terlebih dahulu dengan Mukim/Geuchik/Kepala Desa setempat. Karena disini berlakunya hukum adat gampong, dan sangat perlu diperhatikan tidak dibenarkan bagi kaum hawa/wanita untuk menuju pantai-pantai yang tersembunyi begini. Inilah yang menjadi persoalan kami  besok. Kami akan menuju pantai Lange dengan jumlah orang yang lumayan banyak, ada sekitar 25 orang. 5 diantaranya adalah wanita yang salah satunya adalah turis yang berasal dari Perth (Australia). Akhirnya diputuskan, kami akan tetap pergi ke pantai ini dengan alasan sekalian bersih-bersih pantai.

Tepat pukul 10.00AM beberapa orang sudah terkumpul. Akan tetapi sangat di sayangkan kebiasaan buruk kita untuk tertib waktu saja susah, dan akhirnya waktu keberangkatanpun tertunda sampai ke pukul 11 lewat. Jangan lupa untuk membawa bekal secukupnya, karena medan yang akan ditempuh juga lumayan ekstreme.

DSCN3485

Meeting Point

Seperti prosedur sebelumnya, kami harus meminta izin dulu dengan Mukim/Geuchik/Kepala Desa setempat. Sedikit pesimis saat itu, karena kami ada membawa para wanita. Akan tetapi kami terus meyakinkan Mukimnya kalau kami tidak akan berbuat yang terlarang dan merusak alam disana, dan juga menjanjikan akan membawa pulang sampah-sampah yang ada di Lange. Dan usaha tidak sia-sia, pak Mukim memberi izin, dengan satu syarat “Gak Boleh Nginap, Harus Pulang Hari”. Senyum lebar pun terpancar dari kami semua 😀

Mulailah menuju pantai Lange, ternyata jalan yang di lewati adalah jalan yang biasa aku dan teman komunitas ABC (Atjeh Bicycle Community) lewati jika bersepeda kemari. Bagi teman-teman yang belum pernah melewati jalan ini akan sedikit terkejut melihat tanjakan dengan batu kerikil kecil dan kemiringan hampir 60o.  Bukan hanya itu, jalannya juga akan melewati jurang yang tanpa pembatas samping, lebar jalannya juga tidak besar, hanya muat untuk satu sepeda motor saja. Akan tetapi sepeda motor tidak akan bisa dibawa sampai ke pantai Lange nya, kita akan menitipkan sepeda motor di pos pemberhentian. Pos ini juga tidak besar hanya sebuah gubuk dan jalan setapak. Mulai dari sinilah kita akan mendaki. Sebelum melanjutkan perjalanan, kami  briefing sesaat dan berdoa.

Tanjakan Berbatu Krikil

Tanjakan Berbatu Krikil

Jalan Setapak Menuju Pos Terakhir

Jalan Setapak Menuju Pos Terakhir

Briefing, Doa Di Pos Terakhir

Briefing, Doa Di Pos Terakhir

Tak ketinggalan kamera poket yang tergantung di leherku akan menemani selama perjalanan nanti. Selama perjalanan banyak sekali pohon-pohon besar yang batangnya masih awet sekali, tidak hanya itu, ranting-ranting besar tersebar di sepanjang perjalan. Di tengah perjalanan ada sebuah gubuk kecil yang hamparannya terbuka lebar tidak ada pohon pohon di sekitar gubuk ini. Yahh mungkin saja gubuk ini dahulu adalah hutan penuh dengan pepohonan, tapi sekarang???. Masih ada beberapa bekas pohon akibat penebangan. Di gubuk ini kami beristirahat sejenak sambil menunggu teman-teman yang masih tertinggal di belakang.

Suasana Dalam Hutan

Suasana Dalam Hutan

Rantingnya Bisa Di Buat Gantungan

Rantingnya Bisa Di Buat Gantungan

Batang Pohon Yang Besar

Batang Pohon Yang Besar

DSCN3525

Sisa-Sisa Pohon Yang Telah Di Tebang

Kami melanjutakan perjalanan kembali dan setelah gubuk ini hanya tinggal turunan saja, jadi tidak begitu lelah. Beberapa menit kemudian kami melihat ada bukit besar melebar menutupi pandangan, dan di balik bukit ini ada suara gemuruh ombak. Begitu penasaran  dengan apa yang ada di balik bukit ini, yang pasti ini adalah “Lange” tapi bagaimana bentuk pantainya. Kami langsung lari mendaki bukit itu dan WUSSSHHH angin menerpa muka dan terlihat pantai yang begitu indah, biru dengan hamparan pasir putih, dan susunan pepohonan. Yea This is Lange Beach.

Pantai Lange Dari Atas Bukit

Pantai Lange Dari Atas Bukit

Pohon Di Sepanjang Bukit

Pohon Di Sepanjang Bukit

Pasir Putih Pantai Lange

Pasir Putih Pantai Lange

Kami masih berada di atas bukit, garis pantai terlihat sangat jelas dari atas sini. Bahkan saat itu tidak terlihat bekas jejak apapun di bibir pantainya. Ombak yang menggulung besar, sepertinya sedikit berhati-hati jika mandi di pantai Lange. Seorang di antara kami teriak “WOW WOW WOW God damn it, what a beautiful beach” 😀

***

Puas sudah berfoto di atas bukit ini, kami langsung mencari tempat yang sedikit teduh untuk beristirahat dan makan siang. Kondisi cuaca pada saat itu sangat bersahabat sekali, suhu mencapai 31OC, lumayan untuk berjemur sambil mengeksotiskan kulit. Terlihat susunan batu-batu petak seperti rumah, setelah melihat lebih dekat ini adalah banker. Sepertinya dahulu  ini adalah tempat pemantau jika ada orang yang belayar menuju pantai. Bankernya terlihat sudah sedikit rapuh karena banyak bagian yang sudah hancur. Kami melanjutkan menuju ujung tebing, ternyata disini banyak pohon yang bisa menutupi kami dari sinar matahari dan juga sangat teduh. Disinilah kami akan beristirahat dan makan siang untuk sejenak. Tapi bagiku pantainya terlalu indah jika hanya untuk dipandang saja, sayang sekali kalau tidak menikmati airnya. Apalagi ini adalah pertama kali aku kemari, padahal sudah 6 tahun berada di Banda Aceh dan hari ini berkesempatan kemari. Dan aku sangat beruntung bisa kemari, karena banyak teman yang asli dari Banda Aceh belum pernah dan bahkan tidak tahu pantai ini. Padahal pantai ini hanya berjarak 18km dari kota Banda Aceh. Selesai makan, aku langsung lanjut berenang di pantai ini, aku tidak tahan melihat air yang bersih dan biru seperti ini, tapi karena ombak dan tarikan air yang kuat, aku hanya bisa berenang di pinggir pantainya saja. Beberapa kali aku di gulung dengan ombak, tapi itu tidak membuatku jera. Bahkan aku tidak sadar kalau selama aku berenang aku menggunakan sunglass yang aku letakan di atas kepala, akibat beberapa kali di gulung ombak aku tidak sadar kalau sunglassnya sudah hilang.

Banker

Banker

Santai Sejenak

Santai Sejenak

Bermain Ombak

Bermain Ombak

Airnya Jernih Uiii

Airnya Bening Uiii

Feeling Free

Feeling Free

Tidak terasa hampir sejam aku di dalam air. Jari-jari tangan sudah kelihatan keriput karena terlalu lama berendam di air asin. Kulitpun sudah kelihatan gosong terbakar matahari. Kami melanjutkan perjalanan menuju ke tebing-tebing sebelah kanan pantai Lange. Pada saat itu ada seorang bapak-bapak yang sedang memancing, dan dia bertanya sama temanku “siapa yang mandi disana tadi?”. “Saya dan teman saya, kenapa pak?” sambut temanku. “Lain kali jangan mandi disana lagi, ada hiu, untung saja kalian berenangnya siang, kalau pagi dan menjelang sore, ada hiu cari makan.” jelas si bapak #Jlebb . 50 : 50 percaya atau tidak, yang pasti lebih berhati-hati lagi.

***

Tidak jauh dari tempat si bapak mancing, ada terlihat Goa dan aliran air payau. Kebetulan juga setelah mandi air laut tadi badan terasa lengket, yaudah deh jebur terus ke air payau 😀 . Rasa air payau itu sedikit aneh, hambar  ada sedikit asem, tidak pas rasanya di lidah 😀

Goa

Goa

Aliran Air Payau

Aliran Air Payau

Baiklah untuk postingan tentang Lange cukup sampai di Goa dan air Payau ini. Pantai selanjutnya berada di balik Goa, dan akan melewati beberapa batu cadas yang besar-besar. We call it “Ie Rah”, ciri khas pantai ini ada air mancur setinggi 2-3Meter. Penasaran?

Bye Bye Lange, Kami Pasti Kembali

Bye Bye Lange, Kami Pasti Kembali

Advertisements