Pantai “Ie Rah” Yang Penuh Kejutan

Jika sudah berkunjung ke pantai Langee, jangan lupa untuk menyempatkan diri ke pantai “Ie Rah” yang artinya dalam bahasa Indonesia “Air Cuci”. Saat itu Ie Rah hanyalah sebuah bayangan di dalam pikiranku.  Aku sering membaca blog yang berisi tentang pantai ini. Setiap detail yang mereka ceritakan mengenai Ie Rah, langsung terbentuk sebuah imajinasi di kepalaku. Bagaimana air itu bisa mancur ke permukaan? Dan bagaimana wujud pantai itu? Rasa penasaran yang terus menghantui.

***

Cerita ini adalah lanjutan dari perjalanan Yea This Is Lange Beach.

Kami terus menyelusuri sepanjang pinggiran Gua yang ada di pantai Lange. Terlihat ada sebuah bibir pantai lagi. Bibir pantai itu tidak begitu jelas terlihat, karena terhalang oleh batu-batu cadas yang besar dan tinggi. Jika ombak sedang kencang, air akan menghantam batu-batu cadas, sehingga membuat permukaan batu menjadi basah dan licin. Kami terus mendaki batu cadas, dan terlihatlah sebuah bibir pantai kecil, mataku melihat ke sekeliling pantai ini, masih juga belum terlihat Ie Rah yang terus berada di benak kepalaku. Pantai yang kecil ini ternyata memiliki Gua juga. Lelah dan kepanasan terik matahari menyempatkan kami beristirahat sejenak di dalam Gua yang teduh, sambil memakan sisa-sisa roti yang kami bawa. Sempat memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan karena sudah kelelahan. Sementara kami santai beristirahat tenyata beberapa teman sudah melanjutkan perjalanan lagi. Terpaksa kami harus mengikuti mereka. Pantai ini di apit oleh dua tebing berbatuan, jadi untuk melanjutkan perjalanan harus memanjat bebatuan besar lagi 😦

Melewati Batu-Batu Cadas

Melewati Batu-Batu Cadas

Dari Atas Batu Cadas

Dari Atas Batu Cadas

Pantai Kecil Setelah Lange

Pantai Kecil Setelah Lange

Berteduh Di Bawah Gua

Berteduh Di Bawah Gua

Baru saja akan melanjutkan perjalanan, tiba-tiba terdengar suara teriakan dan tertawa lebar. Langkah pendakianku semakin cepat, dan sampai di atas bukit mata terbuka lebar melihat luas bibir pantai dengan butiran pasir yang halus. Temanku yang melakukan perjalana lebih awal tadi, sudah sampai dengan kegirangan bermain air mancur di atas rumput yang berwarna coklat keemasan. Ternyata merekalah yang berteriak tadi. Di atas batu aku berdiri masih ada sekitar 200 meter lagi menuju ke pantai Ie Rah. Dengan laju, aku berlari di atas pasir basah menyusul mereka yang lagi senang bermain air mancur “Woiii tunggu aku” teriak ku.

"Ie Rah"

“Ie Rah”

Hutan Di Depan "Ie Rah"

Hutan Di Depan “Ie Rah”

Pantai Ie Rah lebih indah dari yang aku lihat di internet. Di depannya terdapat pohon-pohon hijau rindang yang merupakan portal menuju ke hutan. Aku berpikir, tempat ini sangat cocok untuk menginap suatu hari nanti. Melihat teman yang asik bermain dengan air mancur, aku tidak mau ketinggalan momen-momen ini. Aku mendekat ke Ie Rah, ternyata pinggirannya seperti batu karang, tapi tidak tajam karena terbalut dengan rumput berwarna kuning keemasan, dan di selah-selah lubang kecil ada terdapat Bulu Babi yang tidak begitu banyak.  Air mancur ini keluar dari lubang yang berdiamater ±10cm, dan panjang ±30cm. Sepertinya dibawah lubang ini ada ruang kosong, yang ketika ombak datang akan mengisi ruang kosong tersebut dengan cepat sehingga mengakibatkan daya dorong ke atas dengan kuatnya dan membuat semburan ke permukaan laut. Yah lebih kurang seperti itulah, hanya hipotesisku saja 😀

Hiaaa Berubah

Hiaaa Berubah

Bermain Di "Ie Rah"

Bermain Di “Ie Rah”

Ketika bermain di sekitar Ie Rah, jangan terlalu dekat dengan pinggir laut. Ombak yang datang kadang begitu kencang dan besar. Jika ombak terlalu besar, semburan air akan tidak sempurna dan terlihat pecah. Jadi agar tetap berhati-hati jika ingin bermain di seputaran air mancurnya. Tidak terasa hampir satu jam lebih kami bermain di Ie Rah, bisa dibayangkan kami ada 25 orang, dan semuanya ingin berfoto sendiri-sendiri di Ie Rah dengan pose yang berbeda-beda dan aneh :D. Langit sudah mulai gelap, tanda akan datangnya sore hari. Kami tidak bisa berlama-lama lagi di pantai Ie Rah ini, karena sudah berjanji sebelum Magrib akan melapor kembali ke Geuchik/Mukim.

Last Shot Sebelum Kembali Pulang

Last Shot Sebelum Kembali Pulang

Rasanya tidak ingin pulang. “Lange” dan “Ie Rah” dua pantai yang menyimpan sejuta keindahan. Suatu saat aku akan berjanji untuk kembali lagi ke pantai ini. Dan sampai saat ini, aku tidak tahu kenapa pantai ini dinamakan “Ie Rah” .  Mungkin karena airnya bersih dan menyapu-nyapu batu karang 😀

Yang penting pulang dengan rasa puas. Achievement Unlock Yeah 😀

Advertisements