Aksi “Rampok Sampah” Earth Hour Aceh

Minggu pagi di lapangan Blang Padang Banda Aceh. Seperti biasa lapangan ini dipenuhi oleh warga kota Banda Aceh untuk berolahraga, berkumpul dengan teman dan saudara, bahkan sampai berwisata kuliner. Tapi pagi ini, tujuan ke lapangan Blang Padang bukan untuk berolahraga ataupun berwisata kuliner, melainkan melakukan aksi kecil menyelamatkan bumi. Beberapa komunitas sudah berkumpul untuk menggerakan aksi. Tujuannya mengajak masyarakat kota Banda Aceh agar selalu menjaga lingkungan dengan hal-hal yang sangat kecil tetapi sejuta manfaat seperti aksi yang dilakukan oleh para Volunteer Earth Hour Aceh hari ini “Rampok Sampah”.

Pengarahan Materi

Pengarahan Materi

Para Volunteer menjadi pusat perhatian dengan baju hitam bertulisan “60+ Earth Hour, Ini Aksiku!, Mana Aksimu?”. Sebelum aksi di mulai, ada sedikit pengarahan dari koordinator aksi menjelaskan tentang sampah Organik dan Anorganik. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa tubuh makhluk hidup (hewan maupun tumbuhan). Sampah organik mudah diuraikan dengan proses alami dan berlangsung cepat. Sedangkan Sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari sumber daya alam yang tak dapat diperbaharui serta proses industri. Sampah anorganik dapat di daur ulang kembali. Sampah anorganik memerlukan jangka waktu yang sangat lama untuk terurai, bahkan beberapa di antaranya tidak dapat diuraikan.

Earth Hour Dress Code

Earth Hour Dress Code

Setiap Volunteer menyebar ke sudut lapangan dan tempat dimana orang ramai berkumpul. Ada seorang ibu yang bertanya mengenai aksi ini, beliau sangat tertarik dengan apa yang dilakukan oleh para Volunteer, dan beliau sangat senang jika di ajak untuk melakukan aksi-aksi selanjutnya, tapi sangat di sayangkan beberapa anak remaja menolak untuk melakukan aksi ini.

DSCN4616

Masa Depan Anak Bangsa

DSCN4602

Ini Aksiku! Mana Aksimu?

gif

Aksi “Rampok Sampah” berlangsung dari pukul 08.30-10.00am. Sampah yang sudah terkumpul, dan sebelum di bawa ke TPS (Tempat Pembuangan Sampah) akan di timbang terlebih dahulu. Selama 1 jam 30 menit melakukan aksi, sampah terkumpul sebanyak 45Kg. Jenis sampah yang paling banyak di dapat adalah plastik kemasan makanan dan plastik kresek, botol mineral, bungkus rokok dan filter rokok, sedotan, bungkus permen, dan tutup botol minuman serta styrofoam. Sampah anorganik ini memiliki lama waktu penguraian yang cukup lama bahkan ada ada yang tidak dapat terurai, berikut lama penguraianya :

1. Kertas, lama penguraian 2 – 5 bulan
2. Kulit buah, lama penguraian 6 bulan
3. Kardus/karton, terurai 5 bulan
4. Filter rokok, terurai 10-12 tahun
5. Kantong plastik/kresek, 10-12 tahun
6. Benda-benda kulit, 25-40 tahun
7. Kain nilon, 30-40 tahun
8. Jaring ikan, 30-40 tahun
9. Alumunium, 80-100 tahun
10. Baterai bekas, 100 tahun
11. Plastik, 50-80 tahun
12. Botol kaca, perlu 1 juta tahun untuk hancur tanpa bekas
13. Botol plastik, tidak dapat diperkirakan waktu hancurnya.
14. Styrofoam, tidak dapat hancur.
Sumber: Petungsewu Wildlife Education Center

Semoga aksi yang dilakukan oleh para Volunteer dapat merubah kebiasaan untuk tidak membuang sampah sembarangan, dan lebih termotivasi untuk memilih menggunakan produk yang ramah lingkungan.

Ini Aksiku! Mana Aksimu? – I Will If You Will

Volunteer Earth Hour

Volunteer Earth Hour Aceh

Advertisements