Aceh Switch Off For Earth Hour 2014

Hari ini 29 Maret 2014, 7.000 kota dari 160 negara dan lebih dari satu miliyar orang di dunia yang ikut dalam aksi “Switch Off” mematikan lampu dan peralatan elektronik lainnya selama satu jam secara serentak. Hal ini dilakukan untuk mendukung gerakan Earth Hour dengan tidak menggunakan listrik dan alat elektronik selama satu jam mulai pukul 20.30-21.30 waktu setempat. Earth Hour bukan sekadar mematikan lampu dan alat-alat elektronik selama satu jam, tapi lebih merupakan suatu gaya hidup yang sederhana yang dilakukan oleh seseorang, yang berdampak sangat besar bagi lingkungan jika dilakukan secara bersama-sama.

Di tahun 2014 ini ada 37 kota di Indonesia yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan Earth Hour, dimana tahun sebelumnya hanya 31 kota saja. Adapun beberapa kota yang turut berpartisipasi dalam Earth Hour tahun 2014 adalah Lhoksemauwe, Padang, Pekanbaru, Palembang, Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Bandung, Cimahi, Sukabumi, Tasikmalaya, Purwakarta, Kuningan, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, Malang, Kota Batu, Kediri, Sidoarjo, Denpasar, Mataram, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, Sangata, Palu, Sorowako, Makasar, Kendari dan Ambon.

Kota Banda Aceh adalah kota pertama yang melaksanakan malam selebrasi untuk di wilayah Sumatera pada tahun 2012 lalu. Di tahun 2014 ini Kota Banda Aceh sudah ketiga kalinya melakukan selebrasi Earth Hour. Malam selebrasi kali ini dilakukan di Hotel Hermes Palace Banda Aceh. Pukul 19.30 acara sudah dimulai dengan berbagai penampilan para talent yang mengisi bagian acara Earth Hour. Beberapa talent yang turut mengisi acara kegiatan adalah Amoba Band, Sanggar Putro Phang, HipHop Nanggroe Syndicate, Koper Bekaz, Ruhul Islam, Stand Up Comedy Aceh, dan masih banyak lagi.

Acara juga dihadiri oleh beberapa pejabat tinggi Kota Banda Aceh, diantaranya Ibu Illiza Sa’aduddin Djamal selaku Pelaksana Harian Walikota Banda Aceh, dan bapak Octowandi yang merupakan GM Hermes Palace Hotel. Ada yang berbeda di Earth Hour kali ini, yaitu adanya pemilihan Earth Hour Champion yang diberikan kepada masyarakat yang berjasa atas dedikasinya terhadap kepedulian lingkungan. Bapak Jafaruddin Harun, sudah hampir 3 tahun secara mandiri menyelamatkan telur-telur penyu dari peburu dan kemudian menetaskannya. Alasan inilah Earth Hour Champion diberikan kepada pak Jafar.

Peresmian Earth Hour Aceh 2014 Oleh Ibu Illiza

Peresmian Earth Hour Aceh 2014 Oleh Ibu Illiza

Aksi Earth Hour Aceh ini sendiri tidak akan berhenti di malam puncak saja, akan tetapi akan adanya aksi berkelanjutan yang dilakukan oleh para volunteer Earth Hour sebagai bagian dari kampanye Earth Hour. Aksi-aksi berkelanjutan ini seperti: aksi cabut paku dipohon-pohon pasca kampanye pemilu, akan ada aksi tanam bakau, dan banyak lagi aksi-aksi kampanye kreatif lainnya.

Earth Hour Aceh juga memiliki beberapa akun di sosial media, guna mempermudah para volunteer untuk mengikuti perkembangan aksi-aksi yang akan dilakukan selanjutnya. Bisa follow akun Twitter @EHAceh atau bisa juga @EHIndonesia jika kamu ingin melihat beberapa aksi kreatif dari kota-kota lainnya. Bisa juga berkunjung ke fan page Facebook “Earth Hour Aceh”. Semoga Aksi yang secara suka rela ini dapat menjadikan inspirasi bagi banyak orang agar tetap berhemat energi, dan selalu menjaga lingkungan sekitar. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Earth Hour Aceh Volunteer

Earth Hour Aceh Volunteer

 

Earth Hour Aceh Flashback

This slideshow requires JavaScript.

Earth Hour 2014 Official Video

Advertisements