Potret Kehidupan Malam Pattaya (Walking Street) Yang Menggilakan

Mainan ini akan membuat kamu tertawa,  dan akan bereaksi jika terdapat suara yang ada disekitarnya, lihat apa yang terjadi jika kamu menepukan tangan. Watch it first 😀

Mainan ini dapat kamu temukan di sepanjang Walking Street Pattaya, Thailand. Kamu tidak perlu heran ketika mengunjungi Thailand, khususnya Pattaya akan banyak menemukan mainan seperti ini, bahkan sex toys dijual blak-blakan. Pattaya merupakan negara ke-3 dan kota ke-4 yang kami jelajahi. Baca juga cerita perjalanan kami sebelumnya “Cerita Cepat, Singkat dan Hemat Di Siem Reap-Kamboja”

Pagi ini kami bangun lebih awal, agar tidak terlambat untuk menaiki Bus. Tiket Bus sudah kami dapatkan di hari sebelumnya dari hotel dimana kami menginap dengan harga $16/orang. Perjalanan di tempuh dalam waktu 7-8 jam.  Tak banyak pemandangan yang kami lihat, hanya sawah hijau saja, jadi kami habiskan waktu untuk istirahat dan tidur selama di Bus. Siang hari Bus kami telah sampai di Poipet, perbatasan Kamboja dan Thailand. Tas yang kami simpan di bagasi Bus, sudah berserakan di aspal, ternyata benar, pelayanan Bus antar Kamboja-Thailand sangat buruk. Sebelumnya aku pernah baca beberapa travel blog ke daerah ini, dan mendapatkan perlakuan yang sama.

Bus Menuju Perbatasan Kamboja-Thailand

Bus Menuju Perbatasan Kamboja-Thailand

Di Dalam Bus

Di Dalam Bus

Kami terus berjalan mengikuti sign board menuju imigrasi Kamboja, untuk mendapatkan stempel keluar (departure) dari negara Kamboja. Melihat kondisi kantor imigrasi ini sangat tidak mewah, semua wisatawan antri diluar ruangan dengan kipas angin seadanya. Beberapa dinding terbuat dari kayu, dan lantainya hanya berlapis semen dan tegel. Dan yang paling parahnya, terdapat batang pohon yang begitu besar di dalam kantor imigrasi Kamboja ini. Masih bagusan warung kopi di Banda Aceh. Pemandangan juga tidak enak di lihat, seperti banyak calo yang menanyakan banyak hal, pengemis dimana-mana, dan orang jualan sembarangan, seperti pasar tradisional. Tau sendiri, imigrasi adalah pintu gerbangnya para wisatawan menuju ke suatu negara, hal seperti ini bisa membuat wisatawan tidak nyaman.

For Your Information, kantor imigrasi di perbatasan Kamboja dan Thailand untuk jalur darat tidak buka 24 jam.  Hanya buka pada jam 8am-20pm, jadi jangan coba-coba untuk ambil keberangkatan Bus malam, jika border sudah tutup, kamu terpaksa harus menginap di perbatasan kedua negara ini.

Border Kamboja

Border Kamboja

Pintu Keluar Negara Kamboja

Pintu Departure Kamboja

Setelah mendapatkan cap keluar dari Kamboja, kami terus berjalan kaki untuk menuju ke Imigrasi Thailand. Jarak antara kedua border ini sekitar 600 meter, cukup jauh untuk berjalan kaki dengan membawa tas carrier yang besar dan berat. Sangat jauh berbeda dengan imigrasi Kamboja tadi, begitu masuk pendingin ruangan sudah tersedia. kami harus mengisi kartu kedatangan. Jumlah wisatawan yang datang begitu ramai memasuki negara Thailand, kami terpaksa antri panjang.

Imigrasi Thailand

Imigrasi Thailand

Begitu keluar imigrasi kami di datangi seorang supir Mini Van, dia menanyakan “Bangkok or Pattaya”, bagi yang menuju Bangkok akan diberikan stiker bertuliskan BKK, dan Pattaya bertuliskan PYA, warnanya juga beda, ada yang Hijau, Kuning, dan Merah.  Kami mendapatkan stiker berwarna Merah dengan tulisan PYA. Ternyata Bus yang kami tumpangi tadi berhenti hanya sampai di perbatasan saja, untuk menuju negara Thailand, kami harus menaiki Mini Van lagi. Tidak ada waiting room untuk menunggu Mini Van, semua penumpang tanpa terkecuali menunggu di pinggir jalan berpanas-panasan.

Menunggu Mini Van

Menunggu Mini Van

Untuk menuju Pattaya atau Bangkok semua penumpang akan di turunkan disebuah cafe dengan menggunakan mobil Pick Up terlebih dahulu, kemudian akan diteruskan dengan menggunakan Mini Van ketujuan masing-masing. Pengisian penumpang di Mini Van secara random oleh driver, tetapi karena kami satu group, jadi kami di letakan dalam satu Mini Van tanpa harus terpisah-pisah.

Mobil Pick Up Pattaya

Mobil Pick Up Pattaya

Tempat Transit Menuju Pattaya

Tempat Transit Menuju Pattaya/Bangkok

Tiga jam dalam perjalanan, tibalah di Kota Pattaya. Karena belum memesan hotel, jadi kami hanya diturunkan di depan Hotel Amari.  Menurut info yang aku baca, kawasan turis berada di sepanjang jalan Beach Road. Angkutan publik di Pattaya sama seperti Pick Up yang mengatar kami di perbatasan tadi, jadi kami menyewa sebuah Pick Up untuk di antarkan ke daerah Beach Road yang dekat dengan Walking Street. Karena tidak terlalu jauh dari Hotel Amari, kami cukup membayar 100 Bath atau sekitar Rp. 37.500.

Biasanya kota Pattaya di jadikan tempat transit para turis sebelum menuju Bangkok. Sejauh mata memandang banyak terlihat turis asing. Kami turun di depan lorong kecil, begitu masuk langsung di sambut dengan teriakan-teriakan menggoda dari banyak wanita penghibur*tidak jelas wujudnya lady boy atau cewek tulen. Salah satu dari kami yaitu Alhadi sempat di colek oleh seorang lady boy :-* . Dan di ujung jalan, kami di jegat oleh dua orang lady boy, ini sangat mengerikan, meskipun mereka hanya bercanda hahah :D.  Biasanya aku hanya mendengar isu tentang keberadaan lady boy Thailand, dan sekarang aku melihat langsung bagaimana kehidupan ini di Thailand, seakan mereka sudah siap terpublik, tanpa rasa malu lagi.

Dapat Colekan Dari Lady Boy

Dapat Colekan Dari Lady Boy

Kami menginap di Hostel yang tidak jauh dengan Pattaya Avenue, Karena hanya menginap semalam, jadi kami tidak terlalu memilih Hostel yang bagus. Kami menginap di JP Hostel, untuk satu kamar, kami membayar 500Bath/malam dan dapat di share untuk dua orang, dengan fasilitas Wifi dan AC. Harga yang cukup murah untuk daerah turis. Sore hari, kami hanya menghabiskan waktu untuk istirahat saja, karena kota Pattaya akan hidup ketika malam hari.

JP Hostel

JP Hostel

Kami pun memulai aktifitas di kota Pattaya saat malam hari, kami memasuki beberapa lorong untuk mendapatkan jalan pintas. Lorong yang kami lewati penuh dengan diskotik, wanita penghibur, dan lady boy, semua bercampur jadi satu. Sebelum memasuki Walking Street, kami berhenti di MCDonald’s yang berada Pattaya Avenue untuk makan malam. Paket lumayan mahal, untuk sekali makan kami menghabiskan 180-200Bath/orang, kondisi ini terpaksa, karena kurangnya informasi makanan halal yang kami dapat. Selain itu disini juga banyak terdapat penjual Jagung manis, kamu bisa mencobanya untuk mengganjal perut yang sedang lapar, harganya 20Bath/cup.

Dari kejauhan gate bertuliskan “Walking Street” sudah terlihat. Kami briefing sejenak sebelum masuk, karena suasanya sangat ramai dan padat, jadi kemungkinan terpisah satu sama lain sangatlah besar. Kami sepakat setelah masuk Walking Street, semua bebas kemana saja, dengan syarat, semua berkumpul kembali ke gate utama setelah pukul 00.00am.

Bagaimana bisa, mereka menjual diri secara blak-blakan, kehidupan malam yang sangat menggilakan. Kalau di Indonesia, hal seperti ini hanya bisa ditemukan ketika berada di diskotik saja. Walking Street ini mirip seperti Gang Doly, akan tetapi ini sudah di tutup oleh pemerintah kota Surabaya, jika pun ada, tidak akan seperti di Walking Street Pattaya yang melakukan transaksi secara terangan-terangan. Aku dan teman-teman mulai menelusuri Walking Street, banyak hal disini yang akan ditemukan disini, Breakdance, Street Food Kalajengking, Sulap, Thai Boxing dan masih banyak lainnya. Sebelumnya aku sangat takut untuk mengambil gambar ataupun merekam semua kehidupan malam ini. Ketika aku mencoba mengambil gambar salah seorang penari striptis malah tersenyum sambil mengencangkan goyangannya, What the hell is this place 😀 .

Seorang lelaki bertopi terus mengejarku dan memperlihatkan seperti menu makanan, akan tetapi isinya adalah berbagai macam gaya sex, dan foto-foto gadis yang ia tawarkan. Ketika aku mencoba merekamnya, orang bertopi tersebut langsung menarik kembali menunya. Selain itu jangan lupa untuk mampir di Turish Ice Cream. S pembuat ice cream akan mengerjain pelanggannya terlebih dahulu dengan berbagai atraksi yang sangat mengibur. Turkish Ice Cream ini bisa didapat dengan harga 20Bath saja.

Meskipun suasana ramai seperti ini, kamu tidak perlu takut, karena di beberapa sudut banyak Polisi Thailand yang menjaga kawasan ini, sempat seorang yang kurang waras memasuki kawasan ini, tertangkap oleh Polisi dan langsung dilarikan ke kantor Polisi.

Berikut Potret Kehidupan Malam Pattaya (Walking Street) :

Advertisements